Pusing ponsel Anda mengalami kerusakan? Mati total, bootloop, hang, atau komponen ponsel Anda bermasalah? Atau Anda stress karena biaya service yang mahal atau Anda kesulitan menemukan service center resmi ponsel Anda?
Larisnya ponsel pintar berbasis Android membuat beberapa vendor berlomba-lomba mengeluarkan produk. Tiap bulan selalu saja ada produk baru bermunculan, namun banyaknya produk ponsel pintar Android tidak pula diimbangi oleh ketersediaan service center vendor resmi. Lamanya pengerjaan dan mahalnya biaya service menjadi kendala tersendiri saat pengguna mengalami kerusakan pada ponsel pintarnya.
Salah satu penyebab Mati total
Dead boot atau area bootloader yang rusak menjadi penyebab ponsel pintar Android menjadi mati total / matot. Hal ini paling sering dialami oleh ponsel Android tipe apapun. Beberapa teknisi juga menyebut istilah ini sebagai nge-brick. Bootloader pada Android berfungsi untuk menghandle proses booting dan download mode sehingga ponsel terdeteksi oleh pc dan siap untuk di upgrade ROM yang dikenal dengan flashing. Ketika ponsel maupun tablet android mengalami kerusakan dead boot, entah itu kondisinya mati total / matot maupun bootloop, maka ponsel tersebut tidak akan bisa masuk ke download mode sehingga usb driver tidak terdeteksi di komputer dan tidak bisa dilakukan proses flashing. Untuk memperbaiki masalah dead boot tersebut, bisa dilakukan dengan melakukan repair / perbaikan pada daerah bootloader dengan menggunakan protokol komunikasi JTAG (Joint Access Action Group).
Namun, permasalahannya tidak semua ponsel Android yang mengalami dead boot bisa diperbaiki dengan JTAG. Perlu diketahui bahwa system bootloader pada beberapa ponsel Android itu mempunyai system yang berbeda-beda. Biasanya, area bootloader tersebut hanya disimpan di NOR flash. Akan tetapi, pada beberapa tipe Android Samsung, area bootloader tersebut tidak hanya disimpan di NOR flash, tapi juga disimpan di NAND flash atau biasa juga disebut dengan IC EMMC. Sebenarnya protokol JTAG bisa digunakan untuk memperbaiki dead boot pada area NOR flash dan juga NAND flash / IC EMMC, namun khusus untuk beberapa tipe menutup akses ke EMMC melalui JTAG.
Setelah membaca analisa di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa tiap ponsel Android meskipun ber-os sama namun memiliki system yang berbeda (meskipun bermerek sama sekalipun). Dibandingkan operating system yang lain, pada ponsel Android terdapat berbagai macam chipset dengan penanganan kerusakan yang berbeda-beda pula. Untuk itu kami menawarkan jasa reparasi segala jenis ponsel Android dengan harga yang kompetitif dan yang jelas lebih terjangkau dibandingkan dengan service center. Apabila ponsel Android Anda mengalami kerusakan segera Hubungi VTiga.
VTiga Divisi Reparasi
Call & SMS: 0823 1061 3829
BBM: 51A418E9
Whatsapp: 0823 1061 3829
Ruko Roxy Trade Centre
Jl. KH. Hasyim Ashari No. 233L


0 comments:
Post a Comment